Pada jaman ini banyak sekali persaingan di dunia kerja,
bahkan persaingan tersebut tidak meliputi kemampuan hardskill tetapi softskill sangat berperan penting disini.
Biasanya perusahaan membutuhkan karyawan yang cekatan dalam bekerja, selalu
mempunyai inisiatif, bisa bekerja secara tim dan bisa mengembangkan diri di
sebuah organisasi, karena soft kill mempunyai arti penting dimana manusia memiliki
kemampuan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dapat mengambil keputusan , dan
memecahkan masalah.
Ada dua
sofskill yaitu softskill personal dan softskill interpersonal, nah di dunia
kerja itu kita sangat membutuhkan kedua softskill. Apa sih yang dimaksud dengan
softskill personal? Kepentingan yang dimanfaatkan untuk kepentingan diri
sendiri. Contohnya seperti dapat
mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu
memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif.
Yang dimaksud dengan softskill inter personal? Kemampuan yang
dimaanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Misalnya, kita mampu ber
hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain.
Dari kedua itulah sangat penting dalam dunia kerja.
Ada tiga hal penting untuk kita meningkatkan softskill
dalam dunia kerja :
1.
Kerja
keras (hard work)
Untuk memaksimalkan suatu kerja
tentu membutuhkan upaya kerja keras dari diri sendiri maupun lingkungan. Hanya
dengan kerja keraslah, orang akan mampu mengubah garis hidupnya sendiri. Maka dari
itulah melalui pendidikan yang terencana, terarah
dan didukung pengalaman belajar, peserta didik akan memiliki daya tahan dan
semangat hidup bekerja keras.
2.
Kemandirian
Ciri seseorang yang mandiri adalah
responsive, percaya diri dan berinisiatif. Responsif berarti seseorang
itu tanggap terhadap persoalan diri dan lingkungan.
3. Kerja sama tim
Keberhasilan adalah buah
dari kebersamaan. Keberhasilan menyelesaikan tugas dalam suatu pekerjaan adalah
pola klasik yang masih relevan untuk menampilkan karakter ini.
Soft
skills sangat penting untuk dimiliki setiap orang, dalam hal ini
khususnya siswa, karena nantinya mereka akan berinteraksi dan bersosialisasi
dengan masyarakat luas setelah menamatkan studinya. Apabila siswa mempunyai soft skills yang baik maka dia
akan dapat membawa diri dengan baik dalam pergaulannya, baik dalam berfikir,
bertindak dan berucap.
Jadi
kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan
kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri
dan orang lain (soft skill). Karna pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi
teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat
langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi
dan ketrampilan yang dikuasai. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi
oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil
psikotes, meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan
dalam menempatkan
