Minggu, 26 November 2017

Bagaimana meningkatkan softskill karakter untuk persiapan dalam dunia kerja

Pada jaman ini banyak sekali persaingan di dunia kerja, bahkan persaingan tersebut tidak meliputi kemampuan hardskill tetapi softskill  sangat berperan penting disini. Biasanya perusahaan membutuhkan karyawan yang cekatan dalam bekerja, selalu mempunyai inisiatif, bisa bekerja secara tim dan bisa mengembangkan diri di sebuah organisasi, karena soft kill  mempunyai arti penting dimana manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkomunikasi, dapat mengambil keputusan , dan memecahkan masalah.
Ada dua sofskill yaitu softskill personal dan softskill interpersonal, nah di dunia kerja itu kita sangat membutuhkan kedua softskill. Apa sih yang dimaksud dengan softskill personal? Kepentingan yang dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Contohnya seperti dapat mengendalikan emosi dalam diri, dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif.
Yang dimaksud dengan softskill inter personal? Kemampuan yang dimaanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Misalnya, kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain. Dari kedua itulah sangat penting dalam dunia kerja.
Ada tiga hal penting untuk kita meningkatkan softskill dalam dunia kerja :
1.         Kerja keras (hard work)
Untuk memaksimalkan suatu kerja tentu membutuhkan upaya kerja keras dari diri sendiri maupun lingkungan. Hanya dengan kerja keraslah, orang akan mampu mengubah garis hidupnya sendiri. Maka dari itulah melalui pendidikan yang terencana, terarah dan didukung pengalaman belajar, peserta didik akan memiliki daya tahan dan semangat hidup bekerja keras.
2.      Kemandirian
Ciri seseorang yang mandiri adalah responsive, percaya diri dan berinisiatif. Responsif berarti seseorang itu tanggap terhadap persoalan diri dan lingkungan.
3.      Kerja sama tim
Keberhasilan adalah buah dari kebersamaan. Keberhasilan menyelesaikan tugas dalam suatu pekerjaan adalah pola klasik yang masih relevan untuk menampilkan karakter ini.

Soft skills sangat penting untuk dimiliki setiap orang, dalam hal ini khususnya siswa, karena nantinya mereka akan berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat luas setelah menamatkan studinya. Apabila siswa mempunyai soft skills yang baik maka dia akan dapat membawa diri dengan baik dalam pergaulannya, baik dalam berfikir, bertindak dan berucap.


Jadi kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Karna pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Interpretasi hasil psikotes, meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar